Yaki, monyet hitam berjambul, di Tangkoko.

Di luar kelurahan

Dari sini, ke mana

Hamparan lava hitam, yaki yang terancam punah, dan dua gunung bersaudara tepat di belakang kampung.

Foto: Asep Triyatno · CC BY-SA 4.0 · Sulawesi Utara

Dari sini, ke mana

Winenet Dua kecil. Yang mengelilinginya tidak.

Jarak lurus dari kelurahan

  • Di dalam kelurahan

    Pasar Winenet

    Pasar tradisional kelurahan ini, lengkap dengan area pasar ikan — satu dari empat pasar berbangunan permanen di Kecamatan Aertembaga. Kantor lurah berdiri di pasar ini, dan angkot Trayek A berakhir di gerbangnya. Pasar inilah pusat kelurahan.

  • Di dalam kelurahan

    Dermaga penyeberangan

    Pelabuhan Penyeberangan Bitung. Dermaga 2 khusus untuk penyeberangan ke Pulau Lembeh.

  • ±1 km

    Titik Nol Trans-Sulawesi

    Monumen penanda titik nol Jalan Trans-Sulawesi di Aertembaga Satu. Jalan yang membentang sampai ujung lain pulau ini bermula di sebelah sini.

  • ±1 km

    Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung

    Pelabuhan perikanan samudera di Aertembaga Satu, salah satu pelabuhan tuna terpenting di Indonesia timur. Terbuka untuk umum; orang duduk di dermaga menonton kapal bekerja.

  • ±1,3 km

    Pelelangan ikan Aertembaga

    Tempat pelelangan ikan. Paling hidup pada akhir pekan.

  • ±1,5 km

    Taman Margasatwa Tandurusa

    Taman satwa kecil di tepi selat, di Kelurahan Tandurusa — satu kecamatan dengan Winenet Dua.

  • Seberang selat

    Pulau Lembeh

    Sepuluh sampai tiga puluh menit dengan kapal. Tugu Trikora, Pantai Pasir Putih di Pintukota, dan patung Yesus setinggi 35 meter di Dorbolaang yang berdiri di atas landasan berbentuk perahu.

  • ±7 km

    Cagar Alam Batu Angus

    Hamparan batuan lava hitam di pesisir — kubah lava yang terbentuk pada letusan Gunung Tangkoko tahun 1801, tercatat oleh Smithsonian Global Volcanism Program. Pengunjung menyusuri pantai berbatu dan bisa mendaki Gunung Botak untuk memandang selat. Rute yang lazim dipublikasikan justru berangkat dari Pasar Winenet.

  • ±5 km

    Gunung Dua Saudara

    Dua puncak yang berdiri persis di belakang kelurahan. Jalur pendakian umumnya dari Kelurahan Pinangunian, satu kecamatan. Tidak ada jalur tetap dan berlumpur sepanjang jalan.

  • ±14 km

    Cagar Alam Tangkoko

    Rumah bagi yaki (Macaca nigra) yang berstatus Kritis, tarsius spektral Gursky yang disebut warga wusing, kuskus beruang, dan julang sulawesi — yang di sini dipanggil burung taong. Dilindungi sejak 21 Februari 1919. Pemandu setempat wajib.

  • ±40 km

    Bandara Sam Ratulangi (MDC)

    Bandara internasional terdekat, di Manado. Lewat jalan tol, perjalanan kini kurang dari satu jam.

Tarsius spektral Gursky di Cagar Alam Tangkoko Batuangus.
Sulawesi UtaraTarsius spektral Gursky di Cagar Alam Tangkoko Batuangus.Foto: Riefza Vebriansyah · CC BY-SA 4.0