Torang samua basudara
Kalimat itu bahasa Melayu Manado untuk ‘kita semua bersaudara’, dan dipakai sebagai semboyan Sulawesi Utara. Di kelurahan-kelurahan pelabuhan ini, ia bukan sekadar tulisan di papan pemerintah.
Angka kelurahan sebelah ini hampir persis berimbang. Azan dan lonceng gereja berbagi udara yang sama di sini.
Kota Bitung
- Protestan
- ±60%
- Muslim
- ±36%
- Gereja Protestan terdaftar
- 457
- Masjid terdaftar
- 95
Mengapa demikian
Bitung tumbuh dari pantai tempat nelayan berteduh. Pelabuhannya menarik keluarga Sangihe, Talaud, Gorontalo, Bugis, Jawa, Halmahera, dan Tionghoa. Kota ini bukan kota Minahasa yang kebetulan punya pendatang — ia terbentuk dari campuran itu sejak awal.
Si Tou Timou Tumou Tou
Ungkapan bahasa Tombulu ini dipopulerkan oleh Dr. Sam Ratulangi (1890–1949), pahlawan nasional asal Minahasa. Maknanya kurang lebih: manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.
Mapalus
Sistem kerja bergilir dan bertimbal balik khas Minahasa. Kelompoknya beranggotakan dua sampai sekitar lima puluh orang, laki-laki dan perempuan dengan hak setara, dipimpin seorang tua impalus yang dipilih. Setiap peran punya namanya sendiri — pencatat waktu, penegak aturan, pembagi tugas.

Bahasa yang bukan dari buku panduan
Bahasa sehari-hari di Bitung adalah Melayu Manado, sebuah kreol Melayu dengan sekitar 850.000 penutur — bukan bahasa Indonesia baku. Kata gantinya justru menjebak: satu kata yang Anda kira berarti ‘kita’ sebenarnya berarti ‘saya’.
Beberapa kata
- Kita
- Saya
- Bukan ‘kita’ seperti dalam bahasa Indonesia
- Torang
- Kami / kita
- Seperti dalam Torang Samua Basudara
- Ngana
- Kamu
- Diserap dari bahasa Ternate
- Mo pi mana?
- Mau ke mana?
- Sapaan sehari-hari
- Bagus skali
- Bagus sekali
- Pastiu
- Bosan
- Dari bahasa Portugis
- Forsa
- Kuat
- Dari bahasa Portugis
- Capeo
- Topi
- Dari bahasa Portugis
- Forok
- Garpu
- Dari bahasa Belanda
- Leper
- Sendok
- Dari bahasa Belanda
Lapisan di dalam satu bahasa
Kata untuk ‘kamu’ datang dari Ternate. Kata untuk garpu datang dari Belanda. Kata untuk ‘bosan’ datang dari Portugis. Bahasa ini adalah peta rute pelayaran yang pernah singgah di pantai ini.
Empat jam di atas asap
Cakalang fufu adalah ikan cakalang yang dibelah memanjang tanpa memutus ekornya, dijepit rata di antara bilah bambu, lalu diasapi di atas tempurung kelapa yang membara sampai dagingnya berwarna merah bata. Namanya sepenuhnya harfiah: cakalang berarti ikan cakalang, fufu berarti diasapi.
- 01
Dibelah
Ikan disiangi dan dibuang sisiknya, lalu dibelah dua memanjang — ekornya dibiarkan tetap menyatu.
- 02
Dijepit
Ikan yang terbuka dijepit rata dalam bingkai bambu, lalu dilumuri garam.
- 03
Diasapi
Sekitar empat jam di atas tempurung kelapa yang membara, sampai dagingnya berubah merah bata.
- 04
Didinginkan
Didiamkan hingga dingin. Bila benar prosesnya, cakalang fufu tahan sekitar satu bulan tanpa lemari pendingin.
Pada 2019 pemerintah menetapkan Cakalang Fufu Sulawesi Utara sebagai Warisan Budaya Takbenda. Di Kelurahan Girian Atas, beberapa kilometer dari sini, sekitar tiga perempat warganya hidup dari mengasapi ikan — asapnya terlihat naik di antara atap rumah sepanjang hari.
Yang akan Anda temui di meja makan
- Tinutuan
- Bubur Manado. Namanya berarti ‘campur aduk’: sedikit beras dengan labu kuning, umbi seperti talas atau singkong, dan aneka sayuran. Lazim dimakan pagi hari.
- Dabu-dabu
- Sambal mentah. Semuanya diiris, tidak ada yang diulek — dabu-dabu lilang bahkan menyandang nama parang yang dulu dipakai mengirisnya.
- Sambal roa
- Ikan roa — julung-julung, bukan ikan terbang — diasapi sampai kering, lalu ditumbuk berikut tulangnya dan digoreng bersama cabai.
- Woku
- Bumbu kuning yang harum: kunyit, jahe, kemangi, daun jeruk, serai. Woku belanga dimasak dalam belanga dan tetap berkuah; woku daun dibungkus daun woka, daun palem berbentuk kipas, lalu dibakar.
- Rica-rica
- Bumbu merah yang pedas, berbahan dasar cabai. ‘Rica’ memang berarti cabai.
- Mie cakalang
- Mi kuning dengan cakalang fufu, disajikan berkuah atau digoreng kering, ditaburi bawang goreng dan daun bawang. Lazim sebagai sarapan.
- Pisang goroho
- Pisang khas Sulawesi Utara yang digoreng justru saat masih mentah, gurih bukan manis. Dimakan dengan sambal roa.
- Nasi jaha
- Beras ketan bersantan dialasi daun pisang, dimasukkan ke dalam bambu, lalu dibakar di atas bara.
- Klappertaart
- Warisan Belanda: klapper (kelapa) dan taart (kue). Daging kelapa muda dalam kue Eropa.
- Brenebon
- Dari bahasa Belanda bruine bonen, kacang merah. Umumnya berupa sup — biasanya dimasak dengan daging babi.
- Halua kenari
- Kacang kenari yang diselimuti gula karamel. Oleh-oleh paling lazim dari Sulawesi Utara.


